Depok | Bogor UpToDate.com
Warga RT 06 RW 12, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, memilih bergotong royong melakukan pelebaran Jalan Rapika secara swadaya.
Upaya tersebut dilakukan setelah warga mengaku telah mengajukan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kota Depok, namun belum mendapatkan bantuan untuk menangani persoalan jalan tersebut.
Pelebaran Jalan Rapika sepanjang sekitar 80 meter akhirnya dapat direalisasikan melalui urunan dana dari warga dan para pengguna jalan. Pengerjaan dilakukan secara bertahap selama kurang lebih dua bulan dan rampung pada pekan ketiga Agustus 2026.
Berdasarkan kondisi terkini, saluran air di sepanjang jalan tersebut telah ditutup menggunakan beton dengan lebar sekitar satu meter. Penutupan saluran ini membuat badan Jalan Rapika menjadi lebih luas sehingga kendaraan roda empat dan sepeda motor kini dapat melintas secara bersisian.
Pengurus RT 06 RW 12, Deri Alviani (47), mengatakan inisiatif pelebaran jalan muncul karena kondisi lalu lintas di kawasan tersebut kerap mengalami kepadatan.
Menurutnya, Jalan Rapika merupakan salah satu jalur alternatif yang cukup banyak digunakan masyarakat dari arah Sawangan dan Pasir Putih menuju Jalan Raya Keadilan.
“Kenapa kita punya inisiatif memperlebar jalan? Karena kita ingin enggak ada kemacetan. Punya inisiatif saja Pak RT 6 RW 12, Bapak Suryadi dan seluruh staf-stafnya bagaimana kalau kita urunan,” ujar Deri.
Ia menjelaskan, pengumpulan dana mulai dilakukan sejak Juni 2026. Urunan tidak hanya berasal dari warga sekitar, tetapi juga dari para pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Dana yang terkumpul kemudian digunakan untuk membayar tenaga tukang sekaligus memenuhi kebutuhan material dalam proses pelebaran jalan.
“Alhamdulillah tanpa bantuan dari orang lain kita bisa, akhirnya terwujudlah jalan seperti ini,” katanya.
Menurut Deri, pelebaran jalan tersebut sepenuhnya ditujukan untuk kepentingan masyarakat yang sehari-hari menggunakan Jalan Rapika.
“Ini buat warga, untuk warga, untuk kita semua. Kita yang merasakan, kita yang menikmati,” tambahnya.
Salah seorang pemilik warung di sekitar Jalan Rapika yang enggan disebutkan namanya mengatakan proses pengerjaan tidak dilakukan sekaligus. Pekerjaan dilakukan sedikit demi sedikit menyesuaikan aktivitas dan dana yang tersedia.
“Ini baru selesai Jumat kemarin. Soalnya setiap hari kerja, jadi bukan langsung selesai,” ujarnya.
Sebelum dilakukan pelebaran, warga sempat memasang spanduk yang berisi permohonan bantuan dana untuk penutupan saluran air sepanjang 80 meter. Setelah pekerjaan selesai, spanduk tersebut kemudian diganti dengan ucapan terima kasih kepada warga dan pengguna jalan yang telah berpartisipasi.
Warga berharap kondisi Jalan Rapika yang kini lebih lebar dapat mengurangi kepadatan kendaraan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang menggunakan jalur tersebut sebagai akses alternatif.
Pelebaran secara swadaya ini juga menjadi bentuk gotong royong warga dalam menangani persoalan infrastruktur yang dinilai mendesak bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. (Sel)
