Saraf Kejepit Bikin Hotman Paris Rela Pijat di Bojong Gede hingga Ditusuk 50 Jarum, Akhirnya Operasi di Singapura

Jakarta, Nasional16 Dilihat
banner 468x60

Jakarta | Bogor UpToDate.com

Advokat kondang Hotman Paris Hutapea mengungkap perjuangannya melawan penyakit saraf kejepit yang membuat aktivitasnya terganggu selama beberapa bulan terakhir. Demi pulih, ia mengaku sudah mencoba berbagai metode pengobatan, mulai dari pijat tradisional di Bojong Gede, Bogor, akupunktur dengan puluhan jarum, hingga akhirnya menjalani operasi di Singapura.

banner 336x280

Cerita itu disampaikan Hotman dalam konferensi pers, Kamis (23/7/2026). Ia mengaku rasa sakit mulai dirasakan sejak Juni dan semakin memburuk seiring waktu.

“Bulan Juni sudah kesakitan, bolak-balik berobat. Sampai saya ke tempat pijat yang katanya jago di Bojong Gede. Eh, malah setelah dipijat saya merasa kondisinya makin parah,” ujar Hotman.

Belum menyerah, Hotman kemudian mencoba pengobatan tradisional China di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Di sana, tubuhnya ditusuk sekitar 50 jarum untuk terapi akupunktur.

“Ditusuk jarum banyak banget, mungkin sekitar 50. Sampai dua kali terapi. Baru saya mikir, yang kejepit saraf di sini, kok yang ditusuk malah hampir semuanya,” katanya sambil berseloroh.

Karena kondisi tak kunjung membaik, Hotman akhirnya memutuskan menjalani operasi saraf kejepit di sebuah rumah sakit di Singapura pada 9 Juli 2026.

Menurutnya, dokter sempat menyarankan agar ia menjalani rawat inap selama empat hari. Namun, Hotman memilih pulang lebih cepat setelah dua hari perawatan.

Meski operasi berjalan lancar, dokter tetap mengingatkan agar dirinya beristirahat total selama dua minggu. Sayangnya, jadwal pekerjaan yang padat membuat ia tetap bekerja sehingga kondisi kesehatannya kembali memburuk.

Hotman mengaku dokter memperingatkan bahwa memaksakan diri bekerja dapat meningkatkan risiko gangguan saraf yang lebih serius, bahkan berpotensi menyebabkan kelumpuhan apabila tidak ditangani dengan baik.

Kondisi kesehatan tersebut akhirnya membuat Hotman mengambil keputusan besar, yakni mengundurkan diri sebagai kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah.

Ia mengatakan keputusan itu sebenarnya sudah disampaikan kepada Febrie dua hari sebelum diumumkan ke publik.

“Saya sudah menyampaikan langsung bahwa saya mengundurkan diri. Kalau pikiran terus bekerja sementara kondisi badan seperti ini, saya khawatir malah makin parah,” ujar Hotman.

Keputusan tersebut diambil agar dirinya bisa fokus menjalani proses pemulihan sebelum kembali beraktivitas sebagai pengacara. (Sel)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *