Depok | Bogor UpToDate.com
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Depok mengajak umat Islam melaksanakan Salat Istisqa sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berlangsung cukup panjang.
Imbauan tersebut disampaikan melalui surat resmi MUI Kota Depok tertanggal 8 September 2026 dan diedarkan kepada MUI di 11 kecamatan untuk ditindaklanjuti bersama pengurus masjid serta masyarakat.
Ketua Komisi Infokomdigi MUI Kota Depok sekaligus Dewan Pakar DMI Kota Depok, Andre AS, mengatakan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan.
“Salat Istisqa ini merupakan bentuk ikhtiar kita sebagai umat Islam untuk memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan,” ujar Andre, Rabu (9/9/2026).
Selain menggelar Salat Istisqa, masyarakat juga diajak memperbanyak istighfar, bertobat, bersedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, meninggalkan berbagai bentuk kezaliman, serta memperbanyak amal saleh.
MUI Kota Depok juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok terkait rencana pelaksanaan Salat Istisqa secara bersama-sama. Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan akan berkoordinasi dengan MUI dan Kementerian Agama untuk mempersiapkan teknis pelaksanaannya.
Untuk pelaksanaan tingkat Kota Depok, Salat Istisqa direncanakan dipusatkan di halaman depan Gedung Balai Kota Depok. Namun, waktu pelaksanaan masih menunggu hasil koordinasi antara pihak terkait.
Imbauan tersebut muncul di tengah kondisi kemarau yang mulai berdampak terhadap sejumlah wilayah di Kota Depok. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok bahkan telah menyalurkan sekitar 60 ribu liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan sejak 15 Juli hingga 8 September 2026.
Bantuan tersebut telah menjangkau sekitar 1.060 kepala keluarga atau 4.014 jiwa di lima kecamatan, yakni Beji, Cipayung, Sawangan, Bojongsari, dan Limo. Dalam penyalurannya, PMI turut melibatkan 37 relawan.
MUI berharap pelaksanaan Salat Istisqa tidak hanya menjadi sarana memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan, melakukan introspeksi diri, serta memperkuat kepedulian sosial.
Di tengah kondisi kemarau dan keterbatasan air di sejumlah wilayah, masyarakat diharapkan tetap mengikuti langkah-langkah penanganan kekeringan yang dilakukan pemerintah dan lembaga terkait, sembari menjalankan ikhtiar keagamaan sesuai imbauan MUI. (Sel)
