Jejak Sejarah Surya Kencana, Dari Jalan Perdagangan Kolonial hingga Ikon Pecinan Bogor

Bogor, Sejarah35 Dilihat
banner 468x60

Bogor | Bogor UpToDate.com

Kawasan Jalan Surya Kencana di Kota Bogor dikenal luas sebagai pusat kuliner dan kawasan Pecinan yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Namun di balik keramaiannya, wilayah ini menyimpan sejarah panjang yang berakar sejak masa kolonial dan menjadi bagian penting perkembangan kota, Senin 09 Februari 2026.

banner 336x280

Secara historis, kawasan ini telah ada sejak tahun 1808 ketika Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels membangun jalur Jalan Raya Pos (Anyer–Panarukan) yang melintasi wilayah tersebut. Infrastruktur tersebut membuka akses mobilitas dan perdagangan sehingga kawasan sekitar berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi.

Perkembangan tersebut juga berkaitan dengan perpindahan komunitas Tionghoa pada abad ke-18 dan ke-19, yang kemudian bermukim di sekitar wilayah tersebut dan menjalankan kegiatan perdagangan. Kehadiran mereka membuat kawasan ini dikenal sebagai pusat perniagaan dan disebut Handelstraat atau “jalan perdagangan” pada masa kolonial.

Pada tahun 1905 nama jalan ini resmi digunakan sebagai Handelstraat, sebelum kemudian mengalami perubahan seiring perjalanan waktu dan dinamika pemerintahan. Setelah Indonesia merdeka, pemerintah setempat akhirnya menetapkan nama Jalan Surya Kencana pada sekitar tahun 1970-an, nama yang digunakan hingga sekarang.

Sejarah kawasan juga dipengaruhi kebijakan kolonial seperti pengaturan zonasi permukiman berdasarkan etnis (wijkenstelsel), yang membuat komunitas Tionghoa terkonsentrasi di wilayah tersebut. Seiring berjalannya waktu, berbagai kelompok masyarakat lain ikut bermukim dan membentuk kehidupan sosial yang lebih beragam dan berdampingan.

Kini, Surya Kencana tidak hanya dikenal sebagai kawasan perdagangan lama, tetapi juga destinasi wisata budaya dan kuliner. Berada dekat Kebun Raya Bogor, kawasan ini menampilkan perpaduan arsitektur Tionghoa, Sunda, hingga bangunan kolonial yang masih dapat dijumpai di sepanjang jalan.
Identitasnya sebagai kawasan komersial telah bertahan sejak masa kolonial, menjadikannya salah satu pusat aktivitas ekonomi tertua di Kota Bogor.

Keberadaan Surya Kencana hari ini menjadi pengingat bahwa kawasan tersebut bukan sekadar pusat jajanan, melainkan ruang sejarah yang mencerminkan akulturasi budaya dan perjalanan panjang perkembangan kota. (Redi)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *