Kab. Bogor | Bogor UpToDate.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan penataan kawasan lahan di sepanjang Jalan Bojonggede-Kemang (Bomang). Penataan tersebut dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai perangkat daerah sesuai fungsi dan kebutuhan masing-masing. Senin, 28 September 2026.
Penataan kawasan Bomang terus berjalan. Kawasan tersebut terbagi menjadi sekitar 20 area dengan peruntukan yang berbeda, mulai dari pertanian, perikanan, lingkungan, olahraga hingga pengembangan ekowisata.
Koordinator Ketahanan Pangan Bomang, Kapten Inf. Wawan, menjelaskan bahwa pembagian area dimulai dari lampu merah Jampang hingga Area 20 setelah rel. Namun, tidak seluruh kawasan dapat dimanfaatkan untuk pertanian karena beberapa bagian memiliki kondisi dan fungsi yang berbeda.
“Jadi semuanya ada 20 area. Area 1 dimulai dari lampu merah Jampang dan berakhir di Area 20 setelah rel. Namun, Area 20 tidak memungkinkan untuk pertanian karena terlalu dekat dengan hutan kota. Jadi, area tersebut akan menjadi bagian dari hutan kota,” ujar Wawan, Senin (29/9).
Untuk sektor pertanian dan perkebunan, pengelolaan lahan dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun). Sementara Dinas Perikanan telah menyiapkan fasilitas bioflok di salah satu area Bomang.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga memperoleh area yang telah diratakan untuk selanjutnya ditata sesuai kebutuhan. Sedangkan Dinas Perhubungan mulai melakukan penataan dari sisi keselamatan lalu lintas dengan memasang sejumlah rambu di beberapa persimpangan.
Selain itu, kawasan yang diperuntukkan bagi pengembangan ekowisata juga telah dibuka dan selanjutnya akan ditata berdasarkan konsep yang telah disiapkan.
Untuk bidang kepemudaan dan olahraga, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menangani Area 5 dan Area 6. Area 5 telah dikupas dan diratakan menggunakan alat berat, sedangkan Area 6 masih terdapat lahan CSR yang digunakan sebagai lokasi karantina tanaman hasil relokasi.
Dalam proses penataan tersebut, sejumlah alat berat dikerahkan untuk mempercepat pekerjaan. Salah satu area yang masih membutuhkan penanganan cukup besar adalah Area 3 yang memiliki panjang sekitar 1,3 kilometer.
Meski demikian, Pemkab Bogor tidak melakukan pemerataan seluruh lahan. Kondisi kontur tanah tetap dipertahankan pada bagian tertentu untuk menjaga kestabilan jalan serta mencegah potensi longsor.
Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto juga mendorong pemanfaatan lahan di sepanjang koridor Bomang melalui konsep integrated farming atau pertanian terpadu. Program tersebut diarahkan agar lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan dapat menjadi kawasan produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Penataan kawasan Bomang dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai perangkat daerah. Pemkab Bogor berharap kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memiliki fungsi yang mendukung pembangunan serta aktivitas masyarakat di wilayah Bojonggede-Kemang. (Adi)
