Bogor | Bogor UpToDate.com
Upaya pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, masih terus dilakukan. Memasuki hari keempat penanganan, petugas gabungan masih menemukan sejumlah titik api yang kembali muncul di kawasan tersebut.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan kondisi api saat ini sudah jauh mengecil. Namun, beberapa titik di zona utara masih mengalami kondisi api yang timbul tenggelam.
“Apinya timbul tenggelam,” ujar Yudi, Kamis (10/9/2026).
Untuk mempercepat proses pemadaman, jumlah personel dan armada ditambah. Sebanyak 60 petugas Damkar Kabupaten Bogor dikerahkan, didukung delapan unit armada dari Kabupaten Bogor, dua unit dari Kota Bogor, serta 10 mobil tangki milik BPBD dan PDAM.
Petugas gabungan juga masih melakukan penanganan secara manual untuk mencari titik-titik api yang berada di dalam tumpukan sampah. Unsur yang terlibat antara lain Damkar, BPBD, TNI-Polri, Satpol PP, relawan dan masyarakat sekitar.
Kebakaran di kawasan Galuga pertama kali terjadi pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Api yang awalnya berasal dari lahan pertanian kemudian merambat ke kawasan TPA. BNPB sebelumnya memperkirakan area terdampak mencapai sekitar 42 hektare berdasarkan pendataan awal, meski angka tersebut masih dalam proses pemutakhiran.
Sementara itu, laporan terbaru di lapangan menyebut area yang terdampak kebakaran telah mencapai sekitar 7,1 hektare pada Kamis (10/9). Kobaran api besar cenderung tidak lagi terlihat, namun asap masih muncul dari sejumlah titik.
Dalam penanganan sebelumnya, TNI Angkatan Udara melalui Lanud Atang Sendjaja turut membantu pemadaman menggunakan metode water bombing. Helikopter NAS-332 Super Puma dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit diakses kendaraan pemadam dari darat. Setiap penyiraman menggunakan Bambi Bucket berkapasitas sekitar 2.950 liter atau hampir tiga ton air.
Pemerintah juga melakukan pemantauan terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi. Kementerian Lingkungan Hidup menyiapkan sistem pemantauan kualitas udara untuk mengetahui kondisi udara dan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memberikan imbauan kepada masyarakat.
Hingga kini, petugas gabungan masih fokus memastikan seluruh titik api dapat dipadamkan dan tidak kembali menyebar. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan pemadaman serta pendinginan untuk mencegah munculnya kembali api di dalam tumpukan sampah. (Red)
