Bogor | Bogor UpToDate.com
Kota Bogor tidak hanya dikenal sebagai Kota Hujan dan destinasi wisata, tetapi juga memiliki kekayaan kuliner yang telah menjadi bagian dari identitas kota. Di tengah menjamurnya restoran dan tempat makan kekinian, sejumlah kuliner legendaris masih mampu bertahan dan terus diburu masyarakat.
Resep yang diwariskan lintas generasi, cita rasa yang khas, serta cerita panjang di balik usaha kuliner tersebut menjadi alasan makanan-makanan ini tetap memiliki tempat di hati warga maupun wisatawan.
Berikut lima kuliner legendaris Bogor yang masih eksis dan layak masuk daftar kulineran.
1. Soto Kuning Pak Salam
Soto kuning menjadi salah satu makanan yang sangat identik dengan Bogor. Salah satu yang terkenal adalah Soto Kuning Pak Salam di kawasan Suryakencana.
Kuliner ini disebut telah berjualan sejak sekitar era 1940-an. Pengunjung dapat memilih sendiri isian soto, mulai dari daging sapi, kikil, babat, urat hingga berbagai bagian lainnya.
Kuah kuning yang gurih dan kaya rempah menjadi ciri khas yang membuat soto ini tetap diminati hingga sekarang.
2. Sate Sumsum Pak OO
Bagi pencinta kuliner unik, Sate Sumsum Pak OO menjadi salah satu pilihan yang menarik. Kuliner yang berada di kawasan Suryakencana ini telah dikenal sejak 1952.
Berbeda dengan sate pada umumnya, menu andalannya menggunakan potongan sumsum sapi yang ditusuk kemudian dibakar. Tekstur sumsum yang lembut dan meleleh ketika disantap menjadi daya tarik tersendiri.
Keberadaannya selama puluhan tahun membuat Sate Sumsum Pak OO menjadi salah satu kuliner klasik yang masih dicari wisatawan ketika berkunjung ke Bogor.
3. Laksa Gang Aut
Laksa juga menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Kota Bogor. Salah satu yang dikenal legendaris adalah laksa di kawasan Gang Aut, Suryakencana, yang telah ada sejak sekitar dekade 1960-an.
Laksa Bogor memiliki karakter kuah kuning yang gurih dengan perpaduan santan dan rempah. Hidangannya dilengkapi tauge, bihun, ketupat atau lontong serta oncom yang memberikan aroma dan rasa khas.
Cita rasa tersebut membuat laksa tetap menjadi pilihan bagi warga maupun wisatawan yang ingin mencicipi kuliner tradisional Bogor.
4. Cungkring Pak Jum’at
Nama Cungkring Pak Jum’at juga tidak bisa dilepaskan dari daftar kuliner legendaris Bogor. Kuliner ini telah dikenal sejak sekitar 1975 dan menjadi salah satu makanan khas yang bertahan di tengah perubahan tren kuliner.
Cungkring berbahan dasar kikil sapi yang dimasak dengan bumbu kuning. Potongan kikil kemudian disajikan bersama lontong, tempe goreng dan rempeyek, lalu disiram dengan bumbu kacang.
Perpaduan tekstur kikil yang kenyal dengan bumbu kacang gurih-manis membuat makanan ini mempunyai karakter rasa yang berbeda dari kuliner Bogor lainnya.
5. Toge Goreng Hj. Omah
Meski namanya toge goreng, makanan khas Bogor ini sebenarnya tidak digoreng seperti namanya. Toge direbus kemudian disajikan bersama mi dan kuah berbahan oncom merah, tauco serta kecap manis.
Toge Goreng Hj. Omah di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dikenal telah bertahan sejak sekitar 1970. Kuliner sederhana tersebut tetap menjadi salah satu pilihan masyarakat yang ingin menikmati makanan khas Bogor dengan cita rasa tradisional.
Toge goreng sendiri memang termasuk kuliner yang sangat identik dengan Bogor dan telah dikenal luas sebagai salah satu ikon kuliner Kota Hujan.
Warisan Rasa yang Tak Lekang Zaman
Keberadaan kuliner-kuliner tersebut menunjukkan bahwa makanan tradisional masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan kuliner modern.
Bukan sekadar soal rasa, kuliner legendaris juga menyimpan cerita tentang perjalanan usaha, tradisi keluarga dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bogor, berburu kuliner legendaris bisa menjadi cara lain untuk mengenal karakter Kota Hujan. Sebab, di balik seporsi makanan sederhana, terdapat sejarah panjang yang ikut membentuk identitas kuliner Bogor. (Sel)
