Bogor | Bogor UpToDate.com
Harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kota dan Kabupaten Bogor serta wilayah sekitarnya masih menunjukkan pergerakan yang fluktuatif per pertengahan Januari 2026. Beberapa komoditas penting mengalami kenaikan harga, sementara yang lain relatif stabil atau bahkan turun, membuat masyarakat perlu lebih bijak dalam mengatur anggaran belanja.
Berdasarkan data terbaru dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur per 15 Januari 2026, beberapa harga kebutuhan pokok tercatat sebagai berikut:
Beras Premium sekitar Rp 14.905/kg
Beras Medium Rp 12.890/kg
Gula kristal putih Rp 16.440/kg
Minyak goreng curah Rp 18.469/kg
Minyak goreng kemasan premium Rp 20.465/liter
Minyak goreng kemasan sederhana Rp 17.599/liter
Meskipun harga beras dan gula relatif stabil, minyak goreng kemasan premium dan curah tetap menjadi komoditas yang masih tinggi harganya, memberi tekanan tersendiri bagi daya beli rumah tangga.
Selain itu, pantauan pasar lokal di Bogor menunjukkan pergerakan harga bawang merah dan bawang putih yang bergejolak, di mana harga komoditas bumbu dapur ini masih berada di kisaran yang relatif tinggi dibanding awal tahun lalu (misalnya bawang merah di beberapa pasar dapat mencapai di atas Rp 40.000 per kilogram). Sementara itu, harga cabai rawit yang biasanya sangat volatil juga menunjukkan pergerakan naik-turun tergantung pasokan panen.
Sektor protein hewani juga menunjukkan dinamika harga. Di beberapa pasar tradisional di luar Jawa, seperti di wilayah Sumatera, harga daging ayam ras tercatat berkisar antara Rp 32.000–37.100/kg, dan telur ayam ras sekitar Rp 26.000–33.550/kg, menunjukkan tren sedikit meningkat dibanding pekan lalu.
Kondisi fluktuatif tersebut mendorong pedagang dan konsumen di Bogor untuk lebih aktif membandingkan harga antar pasar serta menyusun daftar belanja sebelum berkunjung ke pasar tradisional. Menurut salah satu pedagang di Pasar Bogor, “Harga memang berubah setiap hari, tergantung pasokan dan permintaan. Kadang minyak goreng naik, kadang bawang turun, jadi pembeli harus pintar memilih waktu belanja.”
Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Ketahanan Pangan Kota/Kabupaten Bogor juga terus memantau harga kebutuhan pokok ini untuk memastikan tidak terjadi lonjakan tajam yang memberatkan masyarakat. Upaya seperti pasar murah, operasi pasar pangan, dan pembinaan pedagang kecil menjadi strategi yang diharapkan bisa membantu menstabilkan harga. Pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap bijak berbelanja, memanfaatkan program bantuan sosial yang tersedia, serta mengecek harga melalui sumber resmi sebelum berangkat ke pasar. (Seli)













