Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Bogor, Pemkot Pantau Kualitas Udara Setiap Hari

Bogor | Bogor UpToDate.com

Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai mencapai wilayah Bogor, Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meningkatkan pemantauan kualitas udara sebagai langkah antisipasi terhadap dampak abu vulkanik bagi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan terakhir, kualitas udara di Kota Bogor berada pada angka 83 atau masuk kategori sedang.

Pemkot Bogor berencana menyampaikan pembaruan kondisi kualitas udara kepada masyarakat setiap hari agar warga memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi udara di wilayah Kota Bogor.

“Insyaallah setiap hari Pemkot akan meng-update status kualitas udara, sehingga masyarakat tidak bertanya-tanya bagaimana kondisi udara yang sebenarnya di Kota Bogor,” ujar Jenal, Minggu (6/9/2026).

Untuk memperkuat pemantauan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) akan meminjamkan alat stasiun pemantauan kualitas udara kepada Pemkot Bogor. Peralatan tersebut nantinya akan digunakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor untuk memperoleh data terbaru terkait kondisi udara setelah terdampak sebaran abu vulkanik.

Jenal menyebutkan, pengukuran menggunakan alat tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi kualitas udara di Kota Bogor.

“Siang kita akan dipinjamkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, sehingga sore kita akan coba ukur dan semoga ada hasil. Yang hari ini 83, mudah-mudahan besok lebih baik lagi,” katanya.

Meski kualitas udara masih berada pada kategori sedang, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemkot Bogor mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan, termasuk kegiatan olahraga.

Masyarakat yang ingin berolahraga untuk sementara disarankan memilih aktivitas di dalam ruangan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi paparan abu vulkanik.

Imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada pelajar, tetapi juga masyarakat secara umum. Pemkot Bogor menilai langkah antisipasi diperlukan selama kondisi sebaran abu vulkanik masih berkembang.

Sebelumnya, BMKG mengidentifikasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mencapai sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Pemantauan terhadap pergerakan abu terus dilakukan karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.

Di Kabupaten Bogor, pemerintah daerah juga mengambil langkah antisipatif dengan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama dua hari, yakni Senin (7/9) dan Selasa (8/9), sebagai dampak sebaran abu vulkanik.

Pemkot Bogor sendiri menerapkan PJJ bagi siswa jenjang TK, SD, dan SMP mulai Senin (7/9) untuk mengurangi potensi paparan abu vulkanik terhadap peserta didik dan tenaga kependidikan.

Pemkot Bogor mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi pemerintah, serta memperhatikan kondisi kualitas udara sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan. (Sel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *