Sopir Angkot Geruduk Balai Kota Bogor, Tolak Larangan Operasi Kendaraan Tua

Kota Bogor | Bogor UpToDate.com

Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) menggelar aksi demonstrasi di depan Balai Kota Bogor. Mereka menyuarakan penolakan terhadap kebijakan yang melarang angkot berusia tua tetap beroperasi di wilayah Kota Bogor.

Dalam aksi tersebut, para sopir menyampaikan sejumlah aspirasi terkait keberlangsungan mata pencaharian mereka. Kebijakan pembatasan atau pelarangan angkot tua dinilai dapat memberikan dampak langsung terhadap penghasilan para pengemudi.

Para sopir meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut dan mencari solusi yang tidak merugikan pengemudi angkot.

Mereka berharap pemerintah dapat memberikan kebijakan yang lebih bertahap, termasuk mempertimbangkan kondisi ekonomi para sopir serta pemilik angkot yang masih mengandalkan kendaraan tersebut sebagai sumber penghasilan.

Selain persoalan usia kendaraan, para pengemudi juga berharap adanya kepastian terkait program peremajaan angkot. Menurut mereka, proses peremajaan membutuhkan biaya besar sehingga perlu adanya dukungan dan skema yang jelas dari pemerintah.

Aksi tersebut juga menjadi bentuk kekhawatiran para sopir terhadap masa depan angkutan kota di Bogor. Mereka meminta agar setiap kebijakan transportasi dibahas bersama para pelaku usaha dan pengemudi yang terdampak langsung.

Para sopir berharap Pemkot Bogor dapat membuka ruang dialog untuk membahas persoalan tersebut sehingga ditemukan solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan pemerintah sekaligus menjaga keberlangsungan mata pencaharian para pengemudi.

Pemerintah Kota Bogor sendiri terus mendorong penataan sistem transportasi perkotaan agar lebih tertib, aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Para pengemudi berharap proses penataan transportasi tersebut tidak dilakukan secara sepihak dan tetap memperhatikan kondisi sosial ekonomi para sopir angkot. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *